Tingkat Kesadaran
Kesadaran adalah istilah yang mengacu pada
hubungan antara pikiran dan dunia yang berinteraksi. Ia
telah ditetapkan sebagai: subjektivitas , kesadaran , kemampuan untuk pengalaman atau merasa , terjaga, memiliki rasa kedirian , dan sistem kontrol eksekutif
pikiran. Meskipun kesulitan dalam definisi, banyak filsuf percaya bahwa ada
suatu intuisi yang mendasari luas berbagi tentang apa kesadaran. Sebagai Max Velmans dan Susan Schneider menulis
dalam The Blackwell Companion to Kesadaran: "Apa pun yang kita
menyadari pada saat tertentu merupakan bagian dari kesadaran kita, membuat
pengalaman sadar sekaligus aspek yang paling akrab dan paling misterius dari
kehidupan kita."
Tingkat kesadaran
adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan dari
lingkungan, tingkat kesadaran dibedakan menjadi :
- Compos Mentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya..
- Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh.
- Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berhayal.
- Somnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal.
- Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri.
- Coma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap rangsangan apapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon pupil terhadap cahaya).
Perubahan tingkat
kesadaran dapat diakibatkan dari berbagai faktor, termasuk perubahan dalam
lingkungan kimia otak seperti keracunan, kekurangan oksigen karena berkurangnya
aliran darah ke otak, dan tekanan berlebihan di dalam rongga tulang kepala.
Adanya defisit
tingkat kesadaran memberi kesan adanya hemiparese serebral atau sistem
aktivitas reticular mengalami injuri. Penurunan tingkat kesadaran berhubungan
dengan peningkatan angka morbiditas (kecacatan) dan mortalitas
(kematian).
Jadi sangat penting
dalam mengukur status neurologikal dan medis pasien. Tingkat kesadaran ini bisa
dijadikan salah satu bagian dari vital sign.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar